Skip to main content

Menunggangi Ironi

Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Kalau cuma mau impresif, kendarai Ferrari. Kalau itu tak cukup dan malah ribet, tunggangi saja kekuatan ironi, maka Anda akan mendapat keduanya.

Kedahsyatan kekuatan ironi terletak pada negativitasnya. Kalau Anda bisa menungganginya, Anda juga akan dianggap dahsyat.

Terhadap nuansa negatif ironi sekurang-kurangnya kita dapat melakukan dua hal. Pertama, menonjolkan negativitas itu dengan mengontraskan perkaranya. Kedua, mengungkapkan ironi untuk sesuatu yang positif, atau memulasnya sehingga memiliki konsekuensi yang bernuansa positif.

Cara pertama adalah cara yang paling lazim, banyak diketahui dan banyak dipakai. Cara ini paling mudah dilakukan dengan menunjuk kontras pertentangan antara yang seharusnya dan yang senyatanya, atau pertentangan antara yang biasanya dan kekecualiannya. Ketika bicara mengenai keadilan, misalnya, akan impresif Anda kalau bisa menunjuk lembaga atau pihak yang paling diharapkan bisa menegakkan hukum dan keadilan ternyata dalam praktiknya malah menginjak-injak hukum dan keadilan itu. Drama cicak vs buaya lama jadi berita karena kekuatan negativitas ironi di dalamnya.

Cara kedua tak banyak diketahui orang, padahal lebih dahsyat. Caranya adalah dengan memanfaatkan kekuatan negatif ironi untuk sesuatu yang positif. Dengan cara ini Anda tidak hanya akan dipersepsi sebagai orang yang piawai bicara, tapi juga cerdas dan kreatif. Mari kita liha
... baca selengkapnya di Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Comments

Popular posts from this blog

Sepenggal Lorosae

“Permisi!” Hampir serentak suara di teras depan rumah disertai ketukan di pintu. Pagi itu pandanganku beradu dengan dua orang setelah pintu terbuka. “Sonia!, om Alfredo!, selamat datang di Indonesia!” sambutku spontan, sembari mempersilahkan masuk. “Oh terima kasih, kukira kau sudah tak kenal kami lagi, bagaimana dengan bahasa Indonesiaku?” canda om Alfredo. “Sangat baik tapi perlu latihan lagi.” sahutku dan suara tawa kamipun meledak. Om Alfredo, aku mengenalnya semenjak masa kanak-kanak di bumi Timor Lorosae. Seorang penduduk berdarah campuran porto tetun yang pernah bertetangga denganku. Bertahun-tahun kami hidup damai berdampingan, apalagi setelah Timor Lorosae diakui menjadi bagian integral Republik Indonesia dengan nama propinsi Timor Timur. Namun sayang sekali kedamaian tersebut tak berlangsung lama. Bermula ketika dimumkannya hasil referendum nasib Timor Timur yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah Indonesia. Sungguh mencengangkan!, kubu pro kemerdekaan telah dimenangkan mut...

Menulis Itu Gampang?

Oleh: Agus Prasetyo Membaca tulisan P. Priagung yang dimuat tanggal 27 Juli 2009 dengan judul “Menulis itu Gampang” membuat saya tergelitik. Apa benar menulis itu semudah isi tulisan di atas. Setelah merenung sebentar, saya berpikir bahwa hal itu mungkin benar tapi tergantung kriterianya. Bila kriterianya hanyalah agar orang lain mengerti tentang apa yang kita tulis, maka selama kita menerapkan pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar mengenai Subyek, Predikat, dan Obyek maka pernyataan menulis itu gampang adalah benar 1000%. Namun tentunya hal itu barulah langkah awal, ibaratnya kita masuk TK dalam sekolah menulis. Setelah itu tentunya ada SD, SMP, SMA dan Universitasnya yang berupa sebutan penulis buku best seller seperti para kolumnis di website pembelajar (dot) com ini. Menilik isi tulisan dari para pengisi artikel di website pembelajar (dot) com ada beberapa tahap dalam sekolah menulis yaitu: 1. Kita Harus Yakin Bahwa Kita Bisa Menulis Bila kita berpikir kita bisa maka pasti k...

Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri

Merdeka!! Tepat di hari Minggu, 17 Agustus 2008, hari kemerdekaan RI ke 63, saya diundang talkshow di Malang bersama Y.M. Uttamo Mahathera. Topik talkshow kali ini mengenai pengembangan potensi diri. Nah, ide menulis artikel ini muncul di tengah serunya acara tanya jawab yang dihadiri lebih dari 600 peserta. Judul artikel ini mengatakan bahwa ada lima kekuatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan potensi diri. Apakah lima kekuatan itu? Ini yang akan saya jelaskan secara urut di artikel ini. Pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak ...