Skip to main content

21 Cara Bagaimana Menulis Artikel Yang Ideal (Part 4)

bagaimana menulis artikel yang ideal

Blogging Dulu Ah - Ini lanjutan dari part sebelumnya, yaitu part 3. Semoga part sebelumnya cukup informatif dan bermanfaat untuk anda, agar dapat menulis artikel yang ideal.


10. Interlink postingan blog
Jika anda ingin meningkatkan ranking dari artikel anda, maka pastikan artikel-artikel anda saling berkait (interlinked). Linking internal tidak hanya berarti bahwa halaman-halaman anda harus dapat dikunjungi dari halaman utama, namun juga halaman-halaman tersebut saling terkait satu sama lainnya.

Baca juga : Tujuh aturan Internal Linking

11. Buat link ke artikel lainnya
Jika anda menaruh link menuju blog/website lain, bahkan jika blog tersebut adalah kompetitor, itu tidak berarti bahwa blog anda tidak akan mengalahkan rank mereka. Karena algoritma search engine tidak hanya memperhitungkan link.

Juga belum tentu kita harus selalu menaruh link menuju blog lain yang membahas topik yang sama. Contoh, artikel ini bertema "bagaimana menulis sebuah artikel". Dan seperti yang anda perhatikan, saya tidak menaruh link menuju blog lain yang membahas topik yang persis sama dengan artikel saya. Tapi saya menaruh link menuju blog lain yang membahas topik yang RELEVAN dengan artikel saya. Relevansi? OK. Tapi topik yang sama persis? HINDARI...

Baca Juga : Menggunakan link menuju website lain, untuk meningkatkan kualitas blog kita

Aneh jika anda menyebutkan sebuah website atau me-review sebuah produk tapi anda enggan untuk menaruh link menuju mereka. Lagipula, internet kan isinya adalah kumpulan link. Kita hendak menyajikan kepada pembaca, sebuah pengalaman membaca yang terbaik. Karena itulah, tak perlu segan untuk menaruh link menuju website lain.

12. Tulis meta description yang bagus
Meta description tags tidak langsung berpengaruh pada ranking kita, tapi mereka secara signifikan mempengaruhi click-through-rate pada halaman search engine. Jika semisal artikel kita tidak berisi meta description tag, maka search engine akan secara otomatis menampilkan cuplikan dari artikel kita tersebut.

Tapi jika kita menuliskan meta description maka search engine akan menampilkannya jika relevan terhadap konteks, maka dari itu sebaiknya meta description berisi keyword terkait.

Baca Juga : Jangan hanya berpikir tentang SEO, tapi berpikirlah juga tentang Click-Throughs

Bersambung ke part berikutnya ya...

Comments

Popular posts from this blog

Wiro Sableng #10 : Banjir Darah Di Tambun Tulang

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Kiai Bangkalan menggeletak di lantai batu dalam Goa Belerang. Sedikit pun tubuh itu tidak bergerak lagi karena nafasnya sudah sejak lama meninggalkan tubuh! Orang tua itu menggeletak menelentang. Dua buah keris kecil yang panjangnya hanya tiga perempat jengkal berhulu gading menancap di tubuh Kiai Bangkalan. Darah bercucuran menutupi seluruh wajahnya. Dalam jari-jari tangan kiri Kiat Bangkalan tergenggam secarik kertas tebal empat persegi. Sedang tepat di ujung jari telunjuk tangan kanannya, yaitu pada lantai batu tergurat tulisan: TAMBUN TULANG Pendekar 212 Wiro Sableng yang berdiri di dekat tubuh tak bernyawa Kiai Bangkalan tidak mengetahui apa arti dua buah kata itu. Apakah nama seseorang yaitu manusia yang telah membunuh orang tua itu, ataukah nama sebuah tempat. Yang diketahuinya ialah bahwa si orang tua telah menuliskan dua buah kata itu pada saat-saat menjelang detik kematiannya karena ujung jari tangan ya...

Seracen oh Seracen

Seracen. Apakah itu? Akhir-akhir ini istilah Seracen menjadi populer. Rumornya, itu adalah kelompok penyebar kebencian di Indonesia. Polisi juga menengarai motivasi kelompok ini adalah mencari keuntungan finansial. "Dari laptop yang kita sita ada ada beberapa proposal dengan jumlah nominal pembuatan ujaran kebencian puluhan juta," menurut Pak Pudjo (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono) di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2017). Menurut Pak Pudjo, nominalnya mencapai 20 hingga 72 juta rupiah per konten. Sementara itu, dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, pemerintah harus membuat aturan yang mengikat provider medsos dalam koridor hukum. Menurutnya, hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hanya saja, pemerintah hingga kini belum membuat aturan turunan yang mengatur lebih rinci mengenai pertanggungjawaban peru...

Sepenggal Lorosae

“Permisi!” Hampir serentak suara di teras depan rumah disertai ketukan di pintu. Pagi itu pandanganku beradu dengan dua orang setelah pintu terbuka. “Sonia!, om Alfredo!, selamat datang di Indonesia!” sambutku spontan, sembari mempersilahkan masuk. “Oh terima kasih, kukira kau sudah tak kenal kami lagi, bagaimana dengan bahasa Indonesiaku?” canda om Alfredo. “Sangat baik tapi perlu latihan lagi.” sahutku dan suara tawa kamipun meledak. Om Alfredo, aku mengenalnya semenjak masa kanak-kanak di bumi Timor Lorosae. Seorang penduduk berdarah campuran porto tetun yang pernah bertetangga denganku. Bertahun-tahun kami hidup damai berdampingan, apalagi setelah Timor Lorosae diakui menjadi bagian integral Republik Indonesia dengan nama propinsi Timor Timur. Namun sayang sekali kedamaian tersebut tak berlangsung lama. Bermula ketika dimumkannya hasil referendum nasib Timor Timur yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah Indonesia. Sungguh mencengangkan!, kubu pro kemerdekaan telah dimenangkan mut...