Skip to main content

21 Cara Bagaimana Menulis Artikel Yang Ideal (Part 1)

bagaimana menulis artikel yang ideal

Blogging Dulu Ah - Dalam menulis artikel atau blog post, kita ingin agar penulisan artikel tersebut ideal. Memang, tidak ada yang sempurna, maka yang bisa kita lakukan adalah mencoba menulis artikel secara ideal. Artikel berikut ini merupakan artikel yang disadur dari minterest.org.

Mungkin anda sudah tahu, ada banyak blogger yang berhasil menulis konten atau artikel yang bagus. Namun ada banyak juga yang artikel nya ternyata tidak terlalu optimal. Alasannya adalah, mereka tidak terlalu peduli akan SEO (Search Engine Optimization), atau mereka tidak terlalu berkenalan dengan hal teknis sehingga mereka tidak tahu cara mengoptimasi artikel mereka.

Maka dari itu, saya percaya bahwa artikel ini akan dapat membantu mereka yaitu blogger yang tidak terlalu berkenalan dengan hal teknis (semisal blog tentang makanan, atau blog personal). Agar mereka dapat mengoptimasi blog mereka yang sudah ada, ataupun artikel-artikel yang akan mereka tulis untuk meningkatkan trafik.


Intinya, ada 21 poin dalam menulis artikel yang ideal

  1. Jadilah original. Jadilah diri sendiri.
  2. Gunakan keyword (kata kunci) secara efektif.
  3. Tulis judul (Title) yang sangat menarik.
  4. Tulis judul alternatif (Alternate Title) dan jadikan ia dengan tag H1.
  5. Tulis paragraf pembukaan yang baik.
  6. Gunakan Sub-Bab (Sub-Headings, H1 - H3 Tags) dan juga bullet points.
  7. Gunakan Block Quotes.
  8. Analisis kompetitor.
  9. Tulis artikel yang mendalam.
  10. Interlink postingan blog.
  11. Buat link ke artikel lainnya.
  12. Tulis meta description yang bagus.
  13. Tambahkan Tags dan Categories yang relevan.
  14. Jadikan URL teroptimasi dan mudah dibaca.
  15. Gunakan Gambar yang berkualitas dan relevan.
  16. Optimasi gambar untuk meningkatkan trafik.
  17. Cantumkan Audio dan Video.
  18. Tambahkan Call to Action (CTA).
  19. Tambahkan Google Authorship.
  20. Daur ulang konten.
  21. Pastikan konten artikel up-to-date.


1. Jadilah original. Jadilah diri sendiri.
Menulis artikel tentang berita yang sudah ditulis oleh 1000 website? Itu sah-sah saja. Namun pertanyaannya adalah: apa yang membuat artikel anda unik? Apakah anda hanya menulis ulang apa-apa yang sudah ditulis di blog lain, ataukah anda juga menyertakan pemikiran dan pendapat anda? Jika anda mencoba menambahkan informasi khusus pada artikel anda, maka anda sudah berada di jalan yang benar. Tidak masalah apabila mungkin ada punya haters, atau jika pembaca ada yang mengkritik artikel anda.

Baca juga : Apa itu "High Quality Content" menurut Google? (belum ditulis)

Anda tidak harus menulis artikel tiap hari hanya untuk menarik perhatian para pembaca. Hal itu mungkin akan meningkatkan trafik, ataupun ranking Alexa, namun hal itu tidak akan menjadikan anda seorang blogger yang baik. Saran saya, menulislah hanya dan hanya jika anda memang hendak menyampaikan sesuatu.

2. Gunakan keyword (kata kunci) secara efektif.
Mungkin ada sudah tahu, keyword adalah kata-kata yang dicari oleh orang untuk menemukan website atau topik tertentu yang mereka butuhkan. Keyword research adalah hal yang dilakukan untuk menentukan nilai dari keyword tersebut. Misalnya, keyword = "resep nasi soto". Sebenarnya, keyword research tidak selalu diterapkan dalam penulisan semua artikel, namun itu sangat penting untuk dilakukan saat anda akan menulis artikel yang detail atau mungkin sebuah tutorial.

Baca juga : Keyword Research

Mengapa keyword research menjadi penting? Jawabannya adalah, Jika artikel anda sudah sangat hebat dan berkualitas, namun ternyata tidak mengandung keyword yang penting, maka itu berarti artikel anda belum teroptimasi untuk pencarian. Semua mesin pencari (search engines) menggunakan keyword untuk menentukan relevansi sebuah artikel di internet. Jadi sangatlah penting untuk menyertakan keyword yang akan dicari orang di dalam artikel anda.

Jika anda menggunakan niche yang kompetitif, semisal berita (news), maka anda harus menggunakan long tail keywords. Yaitu keyword yang biasanya memiliki tiga kata atau lebih di dalamnya. Karena akan lebih mudah bagi search engine untuk memberi ranking pada artikel yang memiliki long tail keywords. Contoh long tail keyword adalah = "resep nasi soto madura yang gurih". Itu dibuat  berdasarkan keyword dasar yaitu "resep nasi soto".

3. Tulis judul (Title) yang sangat menarik.
Orang akan membaca judul artikel anda, itu pasti. Namun, mereka tidak akan membaca ISI ARTIKEL anda jika mereka tidak menginginkannya. Maka, menulis judul yang baik adalah langkah utama untuk menangkap perhatian para pembaca. Pastikan judul kurang dari 70 karakter, dan akan lebih baik jika keyword utama yang anda target ada di awal judul. Contoh : "Resep Nasi Soto Terlengkap".

Jika semisal artikel anda berada di posisi 9 pada pencarian google, dan lalu orang banyak meng-klik link anda, yang artinya CTR (click through rate) anda tinggi daripada 5 hasil pencarian teratas, maka Insyaalloh ranking anda akan meningkat, dan mungkin saja anda akan berada pada 5 ranking teratas tersebut. Hal itu akan terwujud jika judul artikel anda sangat menarik untuk di-klik.

Jika semisal anda tidak punya ide untuk menulis judul (seperti saya, hehehe), silahkan coba Content Idea Generator oleh Portent, atau belajar untuk "memutar" (spin) judul yang sudah populer. Misalnya, "Resep Nasi Soto Yang Mudah Untuk Dibuat dan Enak", bisa anda spin menjadi "Mudahnya membuat Soto dengan resep berikut ini!".


Bersambung ke part berikutnya ya...

Comments

Popular posts from this blog

Wiro Sableng #10 : Banjir Darah Di Tambun Tulang

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Kiai Bangkalan menggeletak di lantai batu dalam Goa Belerang. Sedikit pun tubuh itu tidak bergerak lagi karena nafasnya sudah sejak lama meninggalkan tubuh! Orang tua itu menggeletak menelentang. Dua buah keris kecil yang panjangnya hanya tiga perempat jengkal berhulu gading menancap di tubuh Kiai Bangkalan. Darah bercucuran menutupi seluruh wajahnya. Dalam jari-jari tangan kiri Kiat Bangkalan tergenggam secarik kertas tebal empat persegi. Sedang tepat di ujung jari telunjuk tangan kanannya, yaitu pada lantai batu tergurat tulisan: TAMBUN TULANG Pendekar 212 Wiro Sableng yang berdiri di dekat tubuh tak bernyawa Kiai Bangkalan tidak mengetahui apa arti dua buah kata itu. Apakah nama seseorang yaitu manusia yang telah membunuh orang tua itu, ataukah nama sebuah tempat. Yang diketahuinya ialah bahwa si orang tua telah menuliskan dua buah kata itu pada saat-saat menjelang detik kematiannya karena ujung jari tangan ya...

Wiro Sableng #80 : Sepasang Manusia Bonsai

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DINEGERI SAKURA/JEPANG ANGIN dari danau Biwa bertiup dingin. Permukaan air danau tampak bergelombang lembut. Desa Hikone yang terletak di tepi danau di selimuti kesunyian walau malam belum sepenuhnya datang karena di timur masih kelihatan sembulan sang surya memancarkan sinar kuning kemerah-merahan. Sejak beberapa waktu belakangan ini suasana di desa itu memang kurang tenang. Penduduk merasa takut oleh kemunculan sekelompok penjahat pimpinan Numazu yang kabarnya kini berada di sekitar desa. Karena itu, ketika terdengar derap kaki kuda menebus kesunyian dari arah selatan, penduduk desa yang sedang dilanda ketakutan itu serta mereka mengunci pintu dan memeriksa jendela rumah. Orang-orang lelaki bersiap-siap dengan senjata masing-masing. Menunggu penuh waspada. Para istri dan anak-anak disembunyikan di tempat yang aman. Lalu beberapa orang lelaki coba mengintai lewat lobang-lobang kecil yan...

Seracen oh Seracen

Seracen. Apakah itu? Akhir-akhir ini istilah Seracen menjadi populer. Rumornya, itu adalah kelompok penyebar kebencian di Indonesia. Polisi juga menengarai motivasi kelompok ini adalah mencari keuntungan finansial. "Dari laptop yang kita sita ada ada beberapa proposal dengan jumlah nominal pembuatan ujaran kebencian puluhan juta," menurut Pak Pudjo (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono) di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2017). Menurut Pak Pudjo, nominalnya mencapai 20 hingga 72 juta rupiah per konten. Sementara itu, dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, pemerintah harus membuat aturan yang mengikat provider medsos dalam koridor hukum. Menurutnya, hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hanya saja, pemerintah hingga kini belum membuat aturan turunan yang mengatur lebih rinci mengenai pertanggungjawaban peru...