Artikel ini membahas tentang cara menggunakan Google keyword planner. Atau lebih tepatnya, Adwords Keyword Planner. Tujuan penggunaan tool ini adalah :
Pilihan Pertama
Pilihan Ke-dua
Jika sudah memiliki daftar kata kunci, Anda dapat memasukkan kata kunci tersebut secara manual atau mengunggahnya sebagai file CSV untuk mendapatkan ide tentang seberapa populer kata kunci tersebut. Misalnya, Anda dapat memasukkan daftar kata kunci dan mendapatkan statistik volume penelusuran. Anda juga dapat mengelompokkan kata kunci ke dalam grup iklan.
Hasilnya :
Namun pilihan ke-dua ini tidak menghasilkan keyword ideas. Karena ini memang lebih spesifik pencariannya.
Pilihan Ke-tiga
Hemat waktu dalam mengombinasikan kata kunci secara manual dengan menggandakan dua daftar kata kunci atau lebih. Lalu, dapatkan statistik historis atau perkiraan lalu lintas untuk daftar baru yang berisi kata kunci yang dikombinasi.
Contoh
Katakanlah Anda mencari berita tentang islam.
Kami akan mengombinasikan kata kunci dari kedua daftar tersebut untuk membuat frasa kata kunci baru, seperti berita syariah atau kontroversi islam. Lalu, Anda dapat mendapatkan perkiraan lalu lintas atau statistik historis untuk kata kunci baru tersebut.
Hasil dari pilihan ke-tiga ini lebih mendetail ketimbang dua pilihan pertama tadi.
Dari tiga pilihan di atas, semua hasil bisa diunduh/download dengan klik tombol Download. Hasilnya seperti pada gambar :
Kalau sudah berbentuk file CSV, lalu dibuka dengan MS Excel, bisa kita "mainkan" untuk memperoleh daftar panjang keyword ideas.
Sekian artikel ini saya tulis.
Jujur saya juga kurang paham detil dari pilihan ke-dua atau ke-tiga.
Biasanya yang saya pakai yang pilihan pertama saja.
Mungkin untuk referensi lebih lanjut, bisa baca-baca di link ini.
- Mengetahui popularitas keyword
- Mengetahui trend pencarian
- Memperoleh keyword terkait/relevan
Cara menggunakan keyword planner adalah dengan mengunjungi website https://adwords.google.com. Lalu klik Tools -> Keyword Planner.
Maka ada tiga pilihan :
Untuk mempermudah artikel ini, saya akan menyebut mereka sebagai Pilihan Pertama, Ke-dua, dan Ke-tiga.
Pilihan Pertama
Hal ini dapat membantu Anda menemukan kata kunci untuk kampanye baru atau mengembangkan daftar kata kunci untuk kampanye yang sudah ada. Jika Anda mencoba untuk mengembangkan kampanye yang sudah ada, misalnya, Anda dapat menggunakan Perencana Kata Kunci untuk menemukan kata kunci yang lebih spesifik yang tidak memiliki volume penelusuran tinggi (yang biasa kami sebut sebagai kata kunci "ekor panjang"), namun kemungkinan besar menghasilkan konversi.
Anda juga dapat menambahkan negative keyword, yaitu keyword yang tidak ingin dimasukkan dalam pencarian.
Maka hasil nya pun akan muncul.
Beserta Keyword Ideas dari keyword tersebut.
Detil trend pencarian dari tiap keyword ideas tersebut bisa dilihat dengan menaruh mouse pada lambang chart di samping masing-masing keyword ideas, seperti berikut :
Pilihan Ke-dua
Hasilnya :
Namun pilihan ke-dua ini tidak menghasilkan keyword ideas. Karena ini memang lebih spesifik pencariannya.
Pilihan Ke-tiga
Contoh
Katakanlah Anda mencari berita tentang islam.
| Daftar kata kunci 1 | Daftar kata kunci 2 |
|---|---|
| Berita | Hukum |
| Islam | Kontroversi |
| Syariah | Agama |
Hasil dari pilihan ke-tiga ini lebih mendetail ketimbang dua pilihan pertama tadi.
Dari tiga pilihan di atas, semua hasil bisa diunduh/download dengan klik tombol Download. Hasilnya seperti pada gambar :
Kalau sudah berbentuk file CSV, lalu dibuka dengan MS Excel, bisa kita "mainkan" untuk memperoleh daftar panjang keyword ideas.
Sekian artikel ini saya tulis.
Jujur saya juga kurang paham detil dari pilihan ke-dua atau ke-tiga.
Biasanya yang saya pakai yang pilihan pertama saja.
Mungkin untuk referensi lebih lanjut, bisa baca-baca di link ini.














Comments
Post a Comment