Skip to main content

Malas menulis blog

Malas Menulis Blog

Blogging Dulu Ah - Dalam menulis, tentunya kita sering merasakan rasa jemu, malas, patah semangat, atau bahkan kehilangan ide. Hal itu wajar-wajar saja. Namanya saja manusia, bukan pisau belati (sorry if this is lame pun)

Artikel ini mencoba untuk mengkaji apa saja faktor yang menyebabkan kita mengalami hal tersebut di atas. Beserta cara mengatasinya semaksimal upaya kita. Saya sendiri tak berani mengakui telah berhasil mengatasi semua hal itu. Namun setidaknya saya mencoba untuk mengenali dan membasmi mereka semua. Ha ha ha... (evil laugh)



1. Ingat tujuan awal nulis
Ya iya lah, kalau lagi nulis tiba-tiba lupa apa tujuannya, pasti kita nge-blank
Ini yang sering terjadi pada saya. Bahkan, saat ini pun saya lupa kenapa saya menulis ini... (ironis banget yak). Lupa akan tujuan awal nulis adalah manusiawi, karena tiap orang punya daya ingat nya masing-masing.

Solusi
Tujuannya nulis itu menurut saya ada dua :

  1. Dokumentasi untuk keperluan personal ataupun umum
  2. Berbagi

Nah, dari situ saja deh. Tujuan lain semisal cari traffic, SEO, dsb itu anggap saja tujuan turunan (derivative) dari dua tujuan utama tersebut. Cukup ingat-ingat lagi, dan pilih antara dua poin di atas. Karena tiap poin punya metode dan gaya penulisan yang berbeda.



2. Konsep itu penting (ya iya lah)
Tulislah konsep dan poin-poin dari tulisan anda tersebut. Semisal, mau menulis tentang resep masakan, maka tulislah terlebih dahulu poin-poin dari artikel menulis resep tersebut. Paling efektif sebenarnya adalah menulisnya di kertas, karena jika ditulis di laptop/PC, akan mengakibatkan banyaknya alt-tab, yang justru bisa membuat kita lebih lupa lagi. Atau mungkin bisa pake solusi software notes yang bisa always on top. Cumak saya belum nemuin itu, sorry ya, hehehe.

Yang ngeselin tuh, sudah nulis di kertas, tapi kita malah lupa naruh kertasnya di mana. Ya wassalam deh....

3. Knowledge is Power
Sebelum menulis, dan setelah menyiapkan poin-poin di atas, kita perlu informasi terkait artikel tersebut. Informasi ini bisa dari pengalaman pribadi, dari internet, ataupun dari riset (research). Contohnya untuk artikel ini, saya menulisnya berdasarkan pengalaman pribadi. Yang akan lebih baik lagi jika diperkaya dengan artikel dari internet, ataupun dari riset. Cumak karena waktu saya terbatas, maka mohon maaf artikel ini simple saja yaaa.

Baca juga : 5 Tempat di Internet untuk mencari ide tulisan (belum ditulis)

4. Tambahkan media di dalam artikel
Supaya tidak jenuh, maka kita bisa menambahkan media di dalam artikel. Seperti gambar, gambar bergerak (gif), dan video. Menurut pengamatan saya, website-website populer suka banget menampilkan media (media rich). Bahkan, google sendiri di dalam webmaster nya juga menyarankan untuk menggunakan media (Sial, pantesan kuota internet saya cepet habis, huhuhu)

Kalau dari pengamatan saya, penempatan media biasanya setelah judul, dan sub-bab. Tapi maaf, untuk artikel ini belum sempat saya taburi media di sana-sini, karena keterbatasan waktu. Dengan hadirnya media, maka kita tidak jenuh dalam menulis, sisi artistik diri kita akan bangkit, dan pembaca juga lebih tertarik membaca artikel kita.

5. Hindari hal-hal yang tidak krusial
Nah, ini dia yang sering bikin saya patah semangat alias malas dalam menulis blog. Contohnya yang paling paling amat sering banget adalah: ingin memperindah CSS!
Sebenarnya ini hal yang positif juga sih, karena untuk improvement. Tapi kalau sudah dilakukan, namun tetap gagal, karena CSS itu masih penuh misteri buat saya. Alhasil cuma buang-buang tenaga saja. Mending langsung saja beli template CSS yang disukai.

Contoh lain dalam melakukan hal-hal yang tidak krusial adalah: chatting, buka fesbuk, baca twitter, dsb. Hendaknya kita luangkan waktu kita benar-benar penuh untuk menulis artikel blog tersebut. Supaya fokus dan artikel menjadi lebih berkualitas.

6. Siapkan cemilan dan minuman
Alangkah bosannya kita jika lidah terasa pahit. Maka hendaknya kita taruh minuman dan cemilan di samping kita sewaktu menulis artikel dalam blog. Dan usahakan untuk menghindari minuman ringan! Lebih baik air putih saja. Mengkonsumsi cemilan makanan yang bergizi akan meningkatkan daya konsentrasi menulis artikel blog. Makanlah cemilan yang bergizi, bukan makan cemilan yang gak ada manfaatnya. Lalu apa saja cemilan yang bergizi? diantaranya kacang-kacangan. Makan kacang kacangan itu dapat menghilangkan bosan dan malas karena kacang kacangan mengandung antioksidan dan vitamin e.

Kesimpulan
Kesimpulannya adalah : ternyata dari yang awalnya hanya 4 poin, kini saya bisa menulis 6 poin dalam satu artikel hari ini. Tentunya setelah googling sebentar, hehehe. Perhatikan apa yang baru saya lakukan barusan? Yaitu poin nomor 3: Knowledge is power. Saya melakukan riset untuk meningkatkan isi dan kualitas artikel ini. Sekian dulu dari saya, semoga bisa membantu yaa..

Comments

Popular posts from this blog

Wiro Sableng #10 : Banjir Darah Di Tambun Tulang

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Kiai Bangkalan menggeletak di lantai batu dalam Goa Belerang. Sedikit pun tubuh itu tidak bergerak lagi karena nafasnya sudah sejak lama meninggalkan tubuh! Orang tua itu menggeletak menelentang. Dua buah keris kecil yang panjangnya hanya tiga perempat jengkal berhulu gading menancap di tubuh Kiai Bangkalan. Darah bercucuran menutupi seluruh wajahnya. Dalam jari-jari tangan kiri Kiat Bangkalan tergenggam secarik kertas tebal empat persegi. Sedang tepat di ujung jari telunjuk tangan kanannya, yaitu pada lantai batu tergurat tulisan: TAMBUN TULANG Pendekar 212 Wiro Sableng yang berdiri di dekat tubuh tak bernyawa Kiai Bangkalan tidak mengetahui apa arti dua buah kata itu. Apakah nama seseorang yaitu manusia yang telah membunuh orang tua itu, ataukah nama sebuah tempat. Yang diketahuinya ialah bahwa si orang tua telah menuliskan dua buah kata itu pada saat-saat menjelang detik kematiannya karena ujung jari tangan ya...

Wiro Sableng #80 : Sepasang Manusia Bonsai

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DINEGERI SAKURA/JEPANG ANGIN dari danau Biwa bertiup dingin. Permukaan air danau tampak bergelombang lembut. Desa Hikone yang terletak di tepi danau di selimuti kesunyian walau malam belum sepenuhnya datang karena di timur masih kelihatan sembulan sang surya memancarkan sinar kuning kemerah-merahan. Sejak beberapa waktu belakangan ini suasana di desa itu memang kurang tenang. Penduduk merasa takut oleh kemunculan sekelompok penjahat pimpinan Numazu yang kabarnya kini berada di sekitar desa. Karena itu, ketika terdengar derap kaki kuda menebus kesunyian dari arah selatan, penduduk desa yang sedang dilanda ketakutan itu serta mereka mengunci pintu dan memeriksa jendela rumah. Orang-orang lelaki bersiap-siap dengan senjata masing-masing. Menunggu penuh waspada. Para istri dan anak-anak disembunyikan di tempat yang aman. Lalu beberapa orang lelaki coba mengintai lewat lobang-lobang kecil yan...

Seracen oh Seracen

Seracen. Apakah itu? Akhir-akhir ini istilah Seracen menjadi populer. Rumornya, itu adalah kelompok penyebar kebencian di Indonesia. Polisi juga menengarai motivasi kelompok ini adalah mencari keuntungan finansial. "Dari laptop yang kita sita ada ada beberapa proposal dengan jumlah nominal pembuatan ujaran kebencian puluhan juta," menurut Pak Pudjo (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono) di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2017). Menurut Pak Pudjo, nominalnya mencapai 20 hingga 72 juta rupiah per konten. Sementara itu, dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, pemerintah harus membuat aturan yang mengikat provider medsos dalam koridor hukum. Menurutnya, hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hanya saja, pemerintah hingga kini belum membuat aturan turunan yang mengatur lebih rinci mengenai pertanggungjawaban peru...