Skip to main content

Membetulkan "com.android.phone has stopped" pada Lenovo A7000 setelah update Marshmallow

Artikel ini akan membahas cara Membetulkan "com.android.phone has stopped" pada Lenovo A7000 setelah update Marshmallow. Saya memiliki handphone Lenovo A7000, yang OS nya masih Lollipop (Android 5.0). Lalu muncullah notifikasi bahwa upgrade menuju versi Android 6.0 alias Marshmallow telah tersedia untuk Lenovo A7000 tersebut.

Maka, saya pun melakukan upgrade melalui menu "resmi" tersebut.
Setelah download file yang ukurannya sekitar 1 GB lebih tersebut, proses upgrade pun berlangsung dengan lancar.
Namun sayang, setelah reboot yang terakhir kali, malah muncul terus dialog "com.android.phone has stopped". Disertai dengan dua tombol yaitu "OK" dan "Try to Solve".

Jika di-klik "OK", maka dialog tersebut hilang, namun langsung muncul lagi.
Dan jika di-klik "Try to Solve", dialog tersebut muncul juga, namun tidak terjadi apa-apa.

Setelah saya perhatikan, ternyata layar lock-screen saya masih tetap seperti sebelumnya.
Koneksi Wi-Fi saya juga langsung terkoneksi. Ini artinya, proses upgrade tersebut tidak menghapus data saya. Maka, saya pun berpacu (cepet-cepetan) dengan dialog "com.android.phone has stopped" tadi. Tiap kali saya klik "OK", langsung saya unlock screen.

Setelah saya unlock, ternyata proses "Try to Solve" tadi sudah berjalan di "dalamnya". Nampak pilihan "Clear Data" dan "Exit". Tentunya saya pilih "Clear Data", yang ternyata membuka menu detil aplikasi , yang isinya ada tombol "Uninstall", "Force Stop" dsb tersebut.

Namun di situ saya klik "Force Stop" tetap saja tidak berpengaruh. Dialog yang mengganggu tadi tetap saja muncul. Maka dengan asumsi mungkin ini ada hubungannya dengan SIM Card yang masih terpasang, saya pun mematikan handphone tersebut (dengan tetap cepet-cepetan dengan dialog tsb), lalu melepas semua SIM Card di dalamnya. Kebetulan saya tidak memasang SD Card.

Ternyata, setelah dilepas, tetap saja dialog itu muncul. Saya pun menyerah, bahkan sempat hendak mem-factory-reset handphone ini. Namun akal sehat saya muncul, dan saya mencoba googling dengan keyword "lenovo A7000 com.android.phone stopped"

Dari salah satu hasil pencarian, saya menemukan solusi berikut ini, yang langsung saya coba karena tidak memerlukan hard reset ataupun factory reset. Caranya adalah :


  1. Pastikan sebelumnya anda pernah menginstall ADB di PC/laptop anda, karena akan lebih mudah proses selanjutnya. Kebetulan, saya sudah pernah menginstall ADB dan juga pernah mengoperasikannya. Untuk install ADB, maaf silahkan anda googling sendiri ya. Ada banyak dan cukup mudah kok caranya.
  2. Setelah ADB terinstall, buka command prompt (CMD) dengan cara tekan tombol Windows + R, untuk memunculkan dialog Run
  3. membetulkan com.android.phone has stopped pada lenovo A7000
  4. Maka muncullah command prompt. Lalu anda change directory menuju letak file ADB.EXE berada. Dalam contoh ini, punya saya ada pada folder "D:\ANDROID ADB\platform-tools\". Setelah itu masukkan perintah-perintah seperti pada gambar berikut
  5. membetulkan com.android.phone has stopped pada lenovo A7000
Jika semuanya lancar, maka tampilannya kurang lebih akan seperti pada gambar tersebut. Dan dialog "com.android.phone" yang menyebalkan tersebut akan lenyap.

Selamat mencoba!
Mohon maaf jika mungkin kurang informatif



Comments

Popular posts from this blog

Wiro Sableng #10 : Banjir Darah Di Tambun Tulang

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Kiai Bangkalan menggeletak di lantai batu dalam Goa Belerang. Sedikit pun tubuh itu tidak bergerak lagi karena nafasnya sudah sejak lama meninggalkan tubuh! Orang tua itu menggeletak menelentang. Dua buah keris kecil yang panjangnya hanya tiga perempat jengkal berhulu gading menancap di tubuh Kiai Bangkalan. Darah bercucuran menutupi seluruh wajahnya. Dalam jari-jari tangan kiri Kiat Bangkalan tergenggam secarik kertas tebal empat persegi. Sedang tepat di ujung jari telunjuk tangan kanannya, yaitu pada lantai batu tergurat tulisan: TAMBUN TULANG Pendekar 212 Wiro Sableng yang berdiri di dekat tubuh tak bernyawa Kiai Bangkalan tidak mengetahui apa arti dua buah kata itu. Apakah nama seseorang yaitu manusia yang telah membunuh orang tua itu, ataukah nama sebuah tempat. Yang diketahuinya ialah bahwa si orang tua telah menuliskan dua buah kata itu pada saat-saat menjelang detik kematiannya karena ujung jari tangan ya...

Wiro Sableng #80 : Sepasang Manusia Bonsai

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DINEGERI SAKURA/JEPANG ANGIN dari danau Biwa bertiup dingin. Permukaan air danau tampak bergelombang lembut. Desa Hikone yang terletak di tepi danau di selimuti kesunyian walau malam belum sepenuhnya datang karena di timur masih kelihatan sembulan sang surya memancarkan sinar kuning kemerah-merahan. Sejak beberapa waktu belakangan ini suasana di desa itu memang kurang tenang. Penduduk merasa takut oleh kemunculan sekelompok penjahat pimpinan Numazu yang kabarnya kini berada di sekitar desa. Karena itu, ketika terdengar derap kaki kuda menebus kesunyian dari arah selatan, penduduk desa yang sedang dilanda ketakutan itu serta mereka mengunci pintu dan memeriksa jendela rumah. Orang-orang lelaki bersiap-siap dengan senjata masing-masing. Menunggu penuh waspada. Para istri dan anak-anak disembunyikan di tempat yang aman. Lalu beberapa orang lelaki coba mengintai lewat lobang-lobang kecil yan...

Seracen oh Seracen

Seracen. Apakah itu? Akhir-akhir ini istilah Seracen menjadi populer. Rumornya, itu adalah kelompok penyebar kebencian di Indonesia. Polisi juga menengarai motivasi kelompok ini adalah mencari keuntungan finansial. "Dari laptop yang kita sita ada ada beberapa proposal dengan jumlah nominal pembuatan ujaran kebencian puluhan juta," menurut Pak Pudjo (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono) di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2017). Menurut Pak Pudjo, nominalnya mencapai 20 hingga 72 juta rupiah per konten. Sementara itu, dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, pemerintah harus membuat aturan yang mengikat provider medsos dalam koridor hukum. Menurutnya, hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hanya saja, pemerintah hingga kini belum membuat aturan turunan yang mengatur lebih rinci mengenai pertanggungjawaban peru...