Skip to main content

cara reupload video youtube tanpa copyright

Kita pasti mengenal Youtube. Sebuah layanan web yang sensasional, yang bahkan dulu lebih populer ketimbang Google Videos, dan oleh karena itu, Google lantas membelinya.
Youtube berisi konten video dari penggunanya. Dari itu saja, dia sudah sangat populer. Dan terkait segala sesuatu yang berbentuk digital, maka besar kemungkinan duplikasi video ataupun konten. Apalagi setelah layanan Adsense dimasukkan ke dalam youtube. Alhasil makin banyak duplikasi tersebut.

Maka, youtube memasang fitur untuk mendeteksi duplikasi tersebut. Tujuannya mulia, yaitu memastikan si pemilik asli dan sah dari konten tersebut agar hak cipta nya tidak dipakai orang lain. Apalagi untuk dimonetisasi melalui adsense.

Namun, yang namanya manusia, pasti selalu punya ide. Ada saja metode yang digunakan untuk mengakali sistem tersebut. Ada yang menggunakan :
  1. Video editing
    1. Video dibalik/flip
    2. Video dikecilkan sehingga tidak full frame
    3. Video dipotong di sana sini
  2. Audio editing
    1. Lagu diubah pitch nya
    2. Lagu dipotong di sana sini
Dan berbagai macam trik lainnya, yang tidak saya bahas di sini, karena butuh detail yang luar biasa mengagumkan. Saya sendiri telah mencoba melakukannya, karena sekedar iseng, dan tujuannya cuma penasaran akan "detektor" Youtube yang mengagumkan tersebut. Bayangkan, tidak sampai satu menit, sebuah konten video bisa ketahuan apa isinya, dan jika ada konten ber-copyright di situ, akan ada notifikasi lewat email.

Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim

Juga bisa ketahuan di sebelah mana konten tersebut berada dalam video :

Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim

Dan setelah berulang kali mencoba edit audio nya , sehingga suara penyanyi nya benar-benar peyot seperti nenek-nenek, maka akhirnya saya berhasil lolos hak cipta. Tapi itupun masih ketahuan juga, bahwa konten saya "may have content that is owned or licensed by XXXX". Alhasil saya bisa monetisasi, namun harus berbagi hasil dengan si pemilik asli. Sungguh luar biasa detektor Youtube tersebut.

Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim
Tapi pasti tak mungkin saya membiarkan video dengan suara yang peyot itu untuk tampil di Youtube. Karena jeleknya minta ampun.

Di sini akan saya mencoba untuk memberikan beberapa Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim. Dan insyaalloh ini metode yang halal. Metode lainnya bisa anda simak di link ini (hati-hati, karena agak gokil, hehe), ini, ataupun ini.



1. Buat Video Sendiri
Solusi yang amat sangat sudah pasti. Konyol jika youtube masih menganggap video buatan kita sendiri sebagai konten ber-copyright! Maka, saya pun mencoba membuat video saya sendiri, seperti ini :




Bagus bukan?

2. Edit Video
Kita memang bisa bikin video sendiri, tapi adakalanya kita juga ingin mencuplik sebagian dari video orang lain. Gak lucu kalau kita ingin membahas tentang Olimpiade Brazil 2016, tapi yang kita tampilkan adalah video kita sendiri.

Banyak macam software yang bisa kita gunakan untuk edit video maupun audio. Berikut adalah software yang sudah saya install di laptop saya, namun belum saya explore keseluruhan :

  1. Windows Movie Maker : ini tool wajib, karena free dan cukup mumpuni untuk sekedar efek sederhana, potong video, masukin audio, dsb
  2. Camtasia Studio : belum terlalu paham cara pakai dan manfaatnya. Waktu itu saya install cuma untuk edit audio pake pitch
  3. Vegas Pro : kata orang sih ini yang sering mereka pakai, namun saya juga masih belum ngeh cara pakainya
  4. Audacity : tool wajib untuk edit audio. Free, simple, dan powerful. Suara peyot yang saya sebut tadi adalah hasil filter Phaser dari audacity.
  5. Adobe After Effects : hmm, sebenarnya terlalu berlebihan jika menggunakan software dewa ini untuk sekedar remix/reupload video youtube. Apalagi setiap kali running, ini selalu makan RAM 3 GB! Hikz...
Selain software tersebut, yang nota bene harus di-install, sebenarnya Youtube telah menyediakan juga tool untuk edit video. Bisa dikunjungi di sini (link)

Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim


Begitulah kira-kira penampakan dan cara pakai Youtube Video Editor

3. Pakai Musik Gratisan dari Youtube
Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim

Youtube menyediakan buanyaaaak musik dan lagu gratisan di dalamnya. Yang bisa digunakan melalui Youtube Video Editor di atas. Ada dua jenis dari musik gratisan tersebut :

  1. Lagu tanpa syarat
    Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim
  2. Lagu dengan syarat Creative Commons
    Tips & Cara Upload atau Reupload (Remix) Video Youtube tanpa klaim
Intinya sih mereka sama-sama gratisnya dan bisa dimonetisasi, hanya saja yang Creative Commons meminta agar info nya dicantumkan.

___

Sekian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat ya

Comments

Popular posts from this blog

Seracen oh Seracen

Seracen. Apakah itu? Akhir-akhir ini istilah Seracen menjadi populer. Rumornya, itu adalah kelompok penyebar kebencian di Indonesia. Polisi juga menengarai motivasi kelompok ini adalah mencari keuntungan finansial. "Dari laptop yang kita sita ada ada beberapa proposal dengan jumlah nominal pembuatan ujaran kebencian puluhan juta," menurut Pak Pudjo (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono) di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2017). Menurut Pak Pudjo, nominalnya mencapai 20 hingga 72 juta rupiah per konten. Sementara itu, dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, pemerintah harus membuat aturan yang mengikat provider medsos dalam koridor hukum. Menurutnya, hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hanya saja, pemerintah hingga kini belum membuat aturan turunan yang mengatur lebih rinci mengenai pertanggungjawaban peru...

Sepenggal Lorosae

“Permisi!” Hampir serentak suara di teras depan rumah disertai ketukan di pintu. Pagi itu pandanganku beradu dengan dua orang setelah pintu terbuka. “Sonia!, om Alfredo!, selamat datang di Indonesia!” sambutku spontan, sembari mempersilahkan masuk. “Oh terima kasih, kukira kau sudah tak kenal kami lagi, bagaimana dengan bahasa Indonesiaku?” canda om Alfredo. “Sangat baik tapi perlu latihan lagi.” sahutku dan suara tawa kamipun meledak. Om Alfredo, aku mengenalnya semenjak masa kanak-kanak di bumi Timor Lorosae. Seorang penduduk berdarah campuran porto tetun yang pernah bertetangga denganku. Bertahun-tahun kami hidup damai berdampingan, apalagi setelah Timor Lorosae diakui menjadi bagian integral Republik Indonesia dengan nama propinsi Timor Timur. Namun sayang sekali kedamaian tersebut tak berlangsung lama. Bermula ketika dimumkannya hasil referendum nasib Timor Timur yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah Indonesia. Sungguh mencengangkan!, kubu pro kemerdekaan telah dimenangkan mut...

Bolehkah Aku Membenci Ayah?

Orangtua merupakan tumpuan bagi setiap anak, memiliki orangtua yang lengkap adalah keinginan setiap anak di muka bumi ini, tak terkecuali dengan ku. Namun, takdir berkata lain bagiku. Lah Peristiwa 16 tahun yang silam telah merubah kehidupan menjadi sosok anak yang tumbuh tanpa peranan seorang Ayah. Memang semua terbayang sangatlah berat namun kini telah ku lalui semua hingga aku tumbuh menjadi seorang remaja yang kuat dan tegar dalam menghadapi persoalan hidup. Tanpa kehadiran sosok ayah yang mendampingi ku tentu ada sosok lain yang menggantikannya tidak lain dan tidak bukan adalah ibu. Ibu bagi ku adalah sosok luar biasa yang memiliki peran ganda oleh keadaan, ia menjadi sosok ibu yang penuh kasih sayang dalam merawat anaknya hingga menjadi sosok perkasa mencari nafkah untuk membiayai kehidupan kedua anaknya. Mengingat kembali memori 16 tahun yang lalu saat kisah getir itu terjadi pada diriku dan keluargaku sudah tentu berdampak pada psikologis ku. Sering terlintas di bayang ku saat ...